ASADMUJA Bahar Selatan – Ada yang
menarik dalam O2SN SD Kecamatan Bahar Selatan yang diselenggarakan pada Sabtu
(26/1), atlit wusu turut serta dalam perlombaan Seni Tunggal IPSI.
Sebagaimana diketahui, Seni
Tunggal IPSI adalah cabang olahraga Pencaksilat yang diperlombakan dalam O2SN
tingkat SD. Tentu pesertanya adalah para atlit pencak silat. Namun kali ini,
seorang atlit wusu juga diikutsertakan dalam perlombaan ini.
Dari keterangan Panitia lomba,
atlit wusu tersebut boleh diikutkan dalam perlombaan berdasarkan diskusi
bersama juri dan para pelatih.
“Sudah didiskusikan, dia (atlit
wusu) boleh tampil. Pesertanya kan juga sedikit, jadi untuk meramaikan juga”,
ujar salah satu panitia yang enggan disebut namanya.
Panitia juga mencatatkan bahwa
O2SN adalah ajang mencari bakat dan sekaligus unjuk kebolehan.
“Dia kan juga sudah jauh-jauh
datang dan mempersiapkan diri, tentu akan kecewa jika tidak tampil. Toh dia
juga bukan mencari juara hanya ingin asah mental. Hanya cabang wusu memang
tidak kita adakan, sebagaimana hasil rapat penyelenggaraan O2SN Kecamatan Bahar
Selatan”, imbuhnya.
Cabang Seni Tunggal IPSI sendiri
diikuti total 9 atlit (Pesilat), terdiri dari 6 putra dan 3 putri, termasuk 1
orang atlit wusu yang diikutkan tersebut. Mereka berasal dari berbagai
perguruan diantaranya Perguruan Silat Nasional ASAD (Persinas ASAD), Perguruan
Setia Hati (SH), dan perguruan lain.
Penilaian perlombaan cabang Seni
Tunggal IPSI adalah kepiawaian pesilat dalam menampilkan jurus baku IPSI. Jurus
baku itu sendiri terbagi menjadi 3 scene yaitu tangan kosong, golok dan tongkat.
Pesilat diberi waktu 3 menit (180 detik) untuk menyelesaikan semua gerakan.
Penampilan terbaik adalah jurus yang selesai tepat pada akhir detik ke 180. Selain
ketepatan waktu, hal lain yang dinilai adalah ketepatan urutan gerakan, kebenaran
rincian teknik, irama gerak, kemantapan serta penjiwaan jurus.
Tentu akan sangat berbeda antara
jurus wusu dan Pencak Silat. Hal inilah yang menyebabkan kebingungan sekaligus
kelucuan panitia dan juri.
Meski tidak menyebabkan masalah
berarti, keikutsertaan atlit wusu dalam cabang pencak silat mampu mencuri
perhatian sekaligus mengundang kegelian.
Penulis; Teguh Rianto







0 komentar:
Posting Komentar