Perguruan Silat Nasional ASAD Muaro Jambi

Pages

Pencak silat

Kearifan Lokal yang akan go International.

Guru Besar Persinas ASAD

Terus Memberi Semangat pada Generasi Muda.

Persinas ASAD Vest

Lestarikan Budaya Asli Indonesia Lewat Pencak Silat.

Bukan Sekedar Bela Diri

Pencak Silat Sebagai Pilihan Hobi Sekaligus Meraih Prestasi.

Presiden Joko Widodo

Warga Kehormatan Persinas ASAD

Selasa, 29 Januari 2019

Atlet wusu ikut perlombaan pencak silat


ASADMUJA Bahar Selatan – Ada yang menarik dalam O2SN SD Kecamatan Bahar Selatan yang diselenggarakan pada Sabtu (26/1), atlit wusu turut serta dalam perlombaan Seni Tunggal IPSI.

Sebagaimana diketahui, Seni Tunggal IPSI adalah cabang olahraga Pencaksilat yang diperlombakan dalam O2SN tingkat SD. Tentu pesertanya adalah para atlit pencak silat. Namun kali ini, seorang atlit wusu juga diikutsertakan dalam perlombaan ini.

Dari keterangan Panitia lomba, atlit wusu tersebut boleh diikutkan dalam perlombaan berdasarkan diskusi bersama juri dan para pelatih.

“Sudah didiskusikan, dia (atlit wusu) boleh tampil. Pesertanya kan juga sedikit, jadi untuk meramaikan juga”, ujar salah satu panitia yang enggan disebut namanya.

Panitia juga mencatatkan bahwa O2SN adalah ajang mencari bakat dan sekaligus unjuk kebolehan.

“Dia kan juga sudah jauh-jauh datang dan mempersiapkan diri, tentu akan kecewa jika tidak tampil. Toh dia juga bukan mencari juara hanya ingin asah mental. Hanya cabang wusu memang tidak kita adakan, sebagaimana hasil rapat penyelenggaraan O2SN Kecamatan Bahar Selatan”, imbuhnya.

Cabang Seni Tunggal IPSI sendiri diikuti total 9 atlit (Pesilat), terdiri dari 6 putra dan 3 putri, termasuk 1 orang atlit wusu yang diikutkan tersebut. Mereka berasal dari berbagai perguruan diantaranya Perguruan Silat Nasional ASAD (Persinas ASAD), Perguruan Setia Hati (SH), dan perguruan lain.

Penilaian perlombaan cabang Seni Tunggal IPSI adalah kepiawaian pesilat dalam menampilkan jurus baku IPSI. Jurus baku itu sendiri terbagi menjadi 3 scene yaitu tangan kosong, golok dan tongkat. Pesilat diberi waktu 3 menit (180 detik) untuk menyelesaikan semua gerakan. Penampilan terbaik adalah jurus yang selesai tepat pada akhir detik ke 180. Selain ketepatan waktu, hal lain yang dinilai adalah ketepatan urutan gerakan, kebenaran rincian teknik, irama gerak, kemantapan serta penjiwaan jurus.

Tentu akan sangat berbeda antara jurus wusu dan Pencak Silat. Hal inilah yang menyebabkan kebingungan sekaligus kelucuan panitia dan juri.

Meski tidak menyebabkan masalah berarti, keikutsertaan atlit wusu dalam cabang pencak silat mampu mencuri perhatian sekaligus mengundang kegelian.

Penulis; Teguh Rianto

Senin, 28 Januari 2019

Pesilat Muda ASAD sabet juara I O2SN SD Bahar Selatan


ASADMUJA Bahar Selatan - Pesilat cilik Perguruan Pencak Silat Nasional ASAD (Persinas ASAD) berhasil sabet juara I O2SN SD tingkat kecamatan Bahar Selatan, Sabtu (26/1).

Dari 4 atlit yang dikirim Persinas ASAD, kesemuanya menyabet juara dari cabang Seni tunggal IPSI, jura I putra dan putri, serta juara II putra dan putri. Satria (9), yang duduk di kelas IV berhasil meraih juara I  kategori putra. disusul Winda Rahmawati (10) yang duduk di kelas V juga menyabet juara I  kategori putri. Juara II Putra diraih oleh Robin, dan Juara II Putri diraih oleh Naila. Keempat peraih medali tersebut merupakan pesilat cilik Persinas ASAD Muro Jambi.

Pelatih Persinas ASAD, Muhammad Nurdin mengaku cukup bangga dengan raihan Pesilatnya. Para Pesilat mampu tampil sesuai harapan.

"Saya senang para pesilat menyelesaikan gerakan dengan baik dan hafal mulai dari tangan kosong, golok dan toya. Karena ada beberapa pesilat yang tidak mampu menyelesaikan jurusnya", ujar Muhammad Nurdin.

Cabang Seni Tunggal IPSI dibuka langsung oleh kepala SD dari Bahar XVII. Diikuti oleh total 9 pesilat, 6 pesilat putra dan 3 pesilat putri. Pesilat-pesilat tersebut berasal dari beberapa perguruan seperti Setia Hati (SH) dan perguruan lain.

Seni Tunggal IPSI mempertandingkan kepiawaian pesilat dalam menampilkan jurus baku IPSI. Jurus baku tersebut terbagi menjadi 3 scene yaitu tangan kosong, golok dan tongkat. 

Selain gerakan yang bervariasi, jurus juga mengandung teknik yang rumit, butuh kerja keras dan ketekunan untuk menghafalnya.

Juara I O2SN cabang Seni Tunggal IPSI tingkat kecamatan ini kelak akan berlaga kembali di tingkat kabupaten.(TRI)




Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More